Riam Berasap, Air Terjun yang Wajib Dikunjungi di Kota Sambas - Wisata Khatulistiwa

Trending

Home Top Ad

Banner Disewakan

Post Top Ad

Banner Disewakan

Riam Berasap, Air Terjun yang Wajib Dikunjungi di Kota Sambas




Riam Berasap berada di Sajingan sangat dekat dengan perbatasan Indonesia - Malaysia, secara administratif terletak di kecamatan Sajingan Besar kabupaten Sambas Kalimantan Barat, tepat diantara perbukitan yang biasa disebut oleh masyarakat setempat dengan nama Gunung Puai

Dimanakan riam berasap karena dalam bahasa dayak "riam" berarti air terjun, sedangkan kata "berasap" berasal dari kata "asap" yang menggambarkan percikan air di sekitar air terjun yang terbawa angin sehingga kelihatan seperti berasap

Air terjun 'Riam' Berasap ini masih alami dengan air yang jernih dan dingin walaupun cuaca panas


Rute Perjalanan Riam Berasap
Jalur Pontianak

Untuk sampai di riam berasap ada dua pilihan rute yakni dari Pontianak dan dari Kuching (Malaysia), jika dari Pontianak kita bisa ambil jalur Singkawang yang berjarak 145 km, lalu dari Singkawang kita lanjutkan ke arah Sambas, setiba di kota Sambas kita bisa lansung ke arah kartiasa

Namun jika kita menggunakan angkutan umum kita bisa menggunakan Bis yang menuju ke Sajingan (Bis biasa berangkat jam 09.00 Wib dari terminal Sambas)

Dari kota Sambas ke Sajingan berjarak 75 km, jadi jika dari Pontianak sekitar 6 jam perjalanan untuk sampai ke Riam Berasap

Jalur Kuching (Malaysia)

Alternatif ke dua bisa juga melalui Kuching (Malaysia) dan ini jauh lebih dekat karena memang riam berasap terletak di perbatasan Indonesia - Malaysia hanya berjarak 111 km atau sekitar 2 jam perjalanan via kota Lundu.

Alternatif ke dua kita harus mempersiapkan Paspor dan dokumen identitas lainya


Setiba di Sajingan kita bisa parkir kendaraan di tempat yang sudah di siapkan, untuk biaya parkir sepeda motor Rp 2000,- , Mobil  Rp 5000,-


Journey That Spur Adrenaline

Dari area parkir kita harus berjalan kaki sekitar 20 menit lagi untuk sampai, perjalanan ini sangat melelahkan namun membawa pengalaman tersendiri karena di perjalanan mata kita akan dimanjakan oleh asrinya perkebunan warga setempat seperti kaet, lada dan sayuran

Hutan yang masih sangat alami menghembuskan udara dingin sehingga memberi kesegaran tersendiri dan diiringi irama kicauan burung yang dapat menjadikan pikiran kita tenang.

sudah tidak sabar ingin menikmati indahnya riam berasap dan dinginnya air


Desiran Air Mulai Terdengar


Cukup jauh perjalanan di hutan, suara gemuruh air mulai terdengar yang menandakan lokasi air terjun semakin dekat lagi, setelah melewati jalan yang cukup terjal kita pun di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah, air yang sangat jernih membuat semakin tidak sabar untuk terjun lansung setiba di tujuan.


Susunan Bebatuan Granit

Setiba sampai kita mulai di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah selain air yang sangat jernih terdapat bebatuan granit yang tersusun alami di dasar air terjun, membuat tangan reflek mengeluarkan ponsel dari saku untuk selfie mengabadikan momen yang indah.



Banyak cara yang dilakukan oleh pengunjung untuk menikmati suasana di riam berasap, ada yang berenang, terjun dari atas bebatuan dan ada pula yang bersantai di atas batu sambil menikmati perbekalan mereka.

Menikmati perbekalan di bebatuan bersama kerabat dekat membuat momen yang tidak terlupakan sambil melihat ikan yang berenang mondar-mandir di dalam air yang mengalir jernih sambil diiringi suara gemercik air terjun yang berbaur dengan suara burung membuat suasana semakin tenang.





Ringkasan Traveller
Lokasi : 1.6183332,109.6342094
Biaya : 
- Parkir Motor : Rp 2000,-
- Parkir Mobil : Rp 5000,-
- Tiket             : Free

Text : Hapi Paizal
Photography : Hapi Paizal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Banner Disewakan